Bukti Syukur

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS Ibrahim : 7)

PESANTREN HAMALATUL QUR'AN

Pesantren baermanhaj salaf yang diperuntukkan guna mencetak para penghafal Al qur'an. Seluruh biaya pendidikan gratis

Penerimaan Santri Baru

Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an InsyaAllah akan membuka pendaftaran santri baru pada tanggal 03 Juni - 03 Juli 2012

CAR INSURANCE

America has become a culture of cars-SUV's- minivans and sports coupes. With all this traveling in and out- back and forth around the maze that is the United States infrastructure

NEW CAR LEASING TIPS

If you do have an accident with the outside or the inside of the car - you may have to pay for the cost. You will also only be allowed to put on so many miles in your lease period. This is hard for many people that do drive a lot

Kamis, 24 November 2011

PESANTREN HAMALATUL QUR'AN


Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an (PPHQ) adalah pondok pesantren yang bermanhaj salaf diperuntukkan guna mempersiapkan generasi penghafal al qur’an. Semua biaya pendidikan gratis 100 persen, adapun untuk biaya pribadi seperti perlengkapan tidur, mandi dan sebagainya maka dibebankan kepada santri secara pribadi. Pesantren yang sebelumnya bernama Taruna Al Qur’an kemudian pada tahun 2010 diganti menjadi Hamalatul Qur’an berdasarkan berbagai pertimbangan. Mungkin ada yang bertanya – tanya bagaimana menghidupi pesantren tersebut sedangkan semua biaya pendidikan gratis? Pesantren yang diasuh oleh Ustadz Agus Andriyanto Lc ini memiliki beberapa amal usaha, guna menopang kebutuhan para santri diantaranya adalah Nur Ramadhan Wisata dan Rindu Ka'bah.

Para pengajar berasal dari perguruan tinggi didalam dan luar negri seperti : Madinah University, Cairo University, UGM, UMS, UMY dan lain – lain. Jumlah keseluruhan santri kurang lebih 150 anak dan tidak kurang 50 diantaranya sudah hafal al qur’an 30 juz. Selain mempelajari pelajaran agama di pesantren tersebut juga dipelajari pelajaran – pelajaran umum seperti matematika, bahasa Indonesia dan pelajaran – pelajaran umum lainnya. Sehingga para santri bisa mendapatkan ijzah Negara guna melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Jenjang pendidikan yang ditempuh dipesantren ini ialah 7 tahun dengan rincian :
1. 3 tahun Salafiyah Wustho (setara SMP)
2. 3 tahun Madrasah Aliyah
3. 1 tahun pengabdian

Untuk salafiyah wustho akan mendapatkan ijazah setara paket B akan tetapi untuk aliyahnya akan mendapatkan ijazah layaknya SMA lainnya (bukan paket). Adapun untul masa pengabdian maka para santri yang telah lulus Aliyah akan ditempatkan dibeberapa tempat baik di pesantren itu sendiri ataupun dipesantren – pesantren lainnya, seperti didaerah Surabaya, Padang, Lampung, Balikpapan dan lain – lain. Ini dimaksudkan agar para santri ketika lulus dari pesantren tersebut memiliki pengalaman untuk terjun kedunia luar. Adapun kegiatan harian santri kurang lebih seperti dibawah ini :


WAKTUKEGIATAN
03.00 - 03.30 Bangun Pagi
03.30 - 04.30 Persiapan Sholat Shubuh, Muroja'ah Fardiyah, Sholat Shubuh
04.30 - 06.00 Tarjamah, I'rob, Halaqot 1
06.00 - 07.30 MCK, Persiapan Sekolah
07.30 - 12.15 KBM
12.15 - 12.45 Sholat Dhuhur, Pembacaan Kitab Riyadhus Sholihin
12.45 - 13.10 Makan Siang
13.10 - 14.45 Istirahat Siang
14.45 - 16.30 Sholat Ashar, Pelajaran Sore
16.30 - 18.00 Mandi, Sholat Maghrib
18.00 - 18.50 Muroja'ah Fardhiyah
18.50 - 20.00 Sholat Isya, Halaqot 2
20.00 - 22.00 Makan Malam, Muroja'ah Fardhiyah
22.00 - 03.00 Tidur Malam


Sabtu, 01 Oktober 2011

Bersyukurlah wahai saudaraku..............







          Allah ta’ala adalah dzat yang menciptakan , member rizki serta karunia  kepada kita semua. Salah satu nikmat yang Allah ta’ala  berikan kepada kita semua adalah nikmat nafas atau oxygen yang bias kita hirup sepuasnya dalam waktu 24 jam dalam sehari. Dan Allah ta’ala memberikan semua itu kepada kita dengan gratis (free) tanpa memungut biaya sepeserpun. Suatu ketika ada salah seorang santri dari salah satu pesantren di Yogyakarta yang ditelfon oleh kerabatnya, “Assalamualaikum,…..” kata kerabatnya, “wa’alaikumussalam, ada apa kok menelepon?” jawabnya. Ada kabar yang kurang baik, ayahmu kecelakaan dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit, kalo bisa kamu langsung saja izin pulang untuk melihat kondisi ayahmu”. Setelah mendengar hal tersebut santri tadi langsung izin pulang untuk bisa menemui ayahnya. Setelah ayahnya dirawat kurang lebih satu bulan dirumah sakit, ternyata Allah ta’ala mengambil nyawa sang ayah tersebut dengan diiringi tangis keluarganya. Beberapa bulan berlalu setelah kejadian tersebut dan saya bertanya kepada dia (santri tadi) berapa kira-kira biaya yang habis untuk pengobatan ayahnya, maka dia menjawab kurang lebih 150 juta, lau kutanya lagi berapa uang yang harus dikeluarkan untuk biaya oxygen ayahnya dalam satu hari, maka dia menjawab 600ribu.
    

Subhanallah, kalau kita hitung umur kita sekarang dan kita kalikan dengan 600ribu perharinya, maka sudah berapakah hutang kita kepada Allah ta’ala? Sangat dan sangatlah banyak, dan itu baru oxygen belum yang lainnya. Allah ta’ala memberikan semua fasilitas ini kepada kita dengan gratis tanpa Allah ta’ala meminta bayaran, yang Dia inginkan hanyalah satu hal, yaitu yang Allah ta’ala isyaratkan dalam surat Adz Dzariyat ayat yang ke-56 Allah ta’ala berfirman :

 ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ Ùˆَالإنْسَ Ø¥ِلا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzariyat :56)

            Dan salah satu perintah Allah ta’ala ialah agar kita bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita. Sebagaimana firman-Nya :

ÙˆَاشْÙƒُرُوا Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ Ø¥ِÙ†ْ ÙƒُÙ†ْتُÙ…ْ Ø¥ِÙŠَّاهُ تَعْبُدُونَ


“  Dan bersyukurlah kepada Allah ta’ala, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (QS Albaqoroh : 172)
            Ada sebuah cerita tentang  bersyukur, kurang lebih ceritanya seperti ini :   Suatu ketika ada seorang yang miskin (dan dia merasa dirinya terus-menerus miskin) datang kepada seorang ulama, dia berkata : “Wahai ustadz mengapa aku ini miskin terus dari dulu dan tidak pernah kaya”, maka karena ulama ini adalah seorang yang cerdas dia mengajak orang miskin tadi untuk berdialog.
Ulama             : “Bagaimana jika ada seseorang yang datang kerumahmu dan dia ingin membeli matamu dengan harga satu matanya 50 juta, apakah kamu mau menjualnya?”                                 
Si Miskin        : “Tidak mau, nanti kalau kujual aku melihat menggunakan apa?”
Ulama             : “Bagaimana kalau ada yang mau membeli telingamu dengan harga 50 juta?
Si Miskin        : “Tidak mau, nanti kalau kujual aku mendengar menggunakan apa?”
Sang ulama terus menerus bertanya kepadanya dengan menyebutkan satu persatu anggota tubuh yang dia miliki, dari tangan, kaki dan yang lainnya, dan jawabannya tetap sama yaitu “Tidak mau”. Lalu sang ulama berkata : “Engkau mengatakan dirimu miskin?!!!, engkau bukan hanya kaya, tapi engkau adalah seorang jutawan, bahkan miliyarder…….engkau memiliki perabotan yang apabila dijual harganya jutaan……
            Dari cerita diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada kita sangatlah banyak sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa mensyukurinya dan jangan sampai kita mengeluh atas cobaan yang menimpa kita, karena kita masih memiliki banyak karunia dari Allah ta’ala yang sampai sekarang masih bisa kita gunakan.