
Allah ta’ala adalah dzat yang menciptakan , member rizki serta karunia kepada kita semua. Salah satu nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada kita semua adalah nikmat nafas atau oxygen yang bias kita hirup sepuasnya dalam waktu 24 jam dalam sehari. Dan Allah ta’ala memberikan semua itu kepada kita dengan gratis (free) tanpa memungut biaya sepeserpun. Suatu ketika ada salah seorang santri dari salah satu pesantren di Yogyakarta yang ditelfon oleh kerabatnya, “Assalamualaikum,…..” kata kerabatnya, “wa’alaikumussalam, ada apa kok menelepon?” jawabnya. Ada kabar yang kurang baik, ayahmu kecelakaan dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit, kalo bisa kamu langsung saja izin pulang untuk melihat kondisi ayahmu”. Setelah mendengar hal tersebut santri tadi langsung izin pulang untuk bisa menemui ayahnya. Setelah ayahnya dirawat kurang lebih satu bulan dirumah sakit, ternyata Allah ta’ala mengambil nyawa sang ayah tersebut dengan diiringi tangis keluarganya. Beberapa bulan berlalu setelah kejadian tersebut dan saya bertanya kepada dia (santri tadi) berapa kira-kira biaya yang habis untuk pengobatan ayahnya, maka dia menjawab kurang lebih 150 juta, lau kutanya lagi berapa uang yang harus dikeluarkan untuk biaya oxygen ayahnya dalam satu hari, maka dia menjawab 600ribu.
Subhanallah, kalau kita hitung umur kita sekarang dan kita kalikan dengan 600ribu perharinya, maka sudah berapakah hutang kita kepada Allah ta’ala? Sangat dan sangatlah banyak, dan itu baru oxygen belum yang lainnya. Allah ta’ala memberikan semua fasilitas ini kepada kita dengan gratis tanpa Allah ta’ala meminta bayaran, yang Dia inginkan hanyalah satu hal, yaitu yang Allah ta’ala isyaratkan dalam surat Adz Dzariyat ayat yang ke-56 Allah ta’ala berfirman :
ÙˆَÙ…َا Ø®َÙ„َÙ‚ْتُ الْجِÙ†َّ Ùˆَالإنْسَ Ø¥ِلا Ù„ِÙŠَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzariyat :56)
Dan salah satu perintah Allah ta’ala ialah agar kita bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita. Sebagaimana firman-Nya :
ÙˆَاشْÙƒُرُوا Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ Ø¥ِÙ†ْ ÙƒُÙ†ْتُÙ…ْ Ø¥ِÙŠَّاهُ تَعْبُدُونَ
“ Dan bersyukurlah kepada Allah ta’ala, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah” (QS Albaqoroh : 172)
Ada sebuah cerita tentang bersyukur, kurang lebih ceritanya seperti ini : Suatu ketika ada seorang yang miskin (dan dia merasa dirinya terus-menerus miskin) datang kepada seorang ulama, dia berkata : “Wahai ustadz mengapa aku ini miskin terus dari dulu dan tidak pernah kaya”, maka karena ulama ini adalah seorang yang cerdas dia mengajak orang miskin tadi untuk berdialog.
Ulama : “Bagaimana jika ada seseorang yang datang kerumahmu dan dia ingin membeli matamu dengan harga satu matanya 50 juta, apakah kamu mau menjualnya?”
Si Miskin : “Tidak mau, nanti kalau kujual aku melihat menggunakan apa?”
Ulama : “Bagaimana kalau ada yang mau membeli telingamu dengan harga 50 juta?
Si Miskin : “Tidak mau, nanti kalau kujual aku mendengar menggunakan apa?”
Sang ulama terus menerus bertanya kepadanya dengan menyebutkan satu persatu anggota tubuh yang dia miliki, dari tangan, kaki dan yang lainnya, dan jawabannya tetap sama yaitu “Tidak mau”. Lalu sang ulama berkata : “Engkau mengatakan dirimu miskin?!!!, engkau bukan hanya kaya, tapi engkau adalah seorang jutawan, bahkan miliyarder…….engkau memiliki perabotan yang apabila dijual harganya jutaan……
Dari cerita diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya nikmat yang Allah ta’ala berikan kepada kita sangatlah banyak sehingga wajib bagi kita untuk senantiasa mensyukurinya dan jangan sampai kita mengeluh atas cobaan yang menimpa kita, karena kita masih memiliki banyak karunia dari Allah ta’ala yang sampai sekarang masih bisa kita gunakan.